Monday, February 2, 2015

Jahe, ulasan lengkap tanaman jahe, budidaya jahe dan pemasaran bisnis jahe

Untuk memulai usaha bidang agro, tentunya kita akan dihadapkan pada tahapan dimana kita harus memilih tanaman yang layak dan ideal untuk dibudidayakan secara teknis dan ekonomis. Dan setelah mendapatkan pilihan tersebut, selanjutnya kita dituntut untuk menemukan langkah-langkah dalam memulai bisnis dan budidaya terkait dengan tanaman yang menjadi pilihan untuk dibudidayakan tersebut.

Dalam situs yang berisi konten tentang jahe ini, Jahemedia berusaha menghadirkan referensi sederhana, lengkap dan berurutan untuk calon agropreneur, sehingga dapat menemukan referensi yang valid dan reliable terkait dengan budidaya bidang agro khususnya budidaya jahe.

Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun menekuni bidang agro di beberapa tanaman, Jahemedia membuat keputusan penting untuk konsentrasi di budidaya jahe. Dan dari situlah buah perjalanan di  berbagai wilayah sentra tanaman jahe di daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Ambon, membuat Jahemedia mempunyai pengalaman dan pemahaman tentang budidaya jahe.

Berikut beberapa pertimbangan logis dan realistis tentang budidaya jahe berdasarkan tinjauan teknis dan bisnis, yang dapat anda lihat dalam bagan berikut ini

Jika dilihat dari pertimbangan diatas, maka tentu tidak berlebihan jika budidaya jahe mempunyai value :
  1. Jahe adalah tanaman yang mempunyai nilai ekonomis dan layak secara studi kelayakan bisnis untuk dibudidayakan
  2. Budidaya jahe sangat tepat sebagai pilihan bagi yang baru memulai dan tertarik pada agrobisnis

Saat ini anda telah mendapatkan informasi dan pertimbangan yang dapat dipergunakan sebagai pintu gerbang untuk memasuki dunia agrobisnis. Selanjutnya terkait dengan ulasan tentang tanaman jahe, budidaya jahe dan gambaran pemasaran hasil panen jahe, melalui literatur dalam jahepedia akan diulas secara berurutan dan dapat anda ikuti langkah-langkahnya.

Untuk lebih memahami langkah-langkah agrobisnis khususnya budidaya jahe, alangkah baiknya anda membaca ulasan budidaya jahe dalam Jahepedia secara berurutan, dikarenakan materi telah disusun berurutan sehingga anda bisa menemukan langkah-langkah terkait dengan budidaya jahe.

Untuk referensi selanjutnya, Jahemedia akan menyajikan referensi dasar tentang tanaman jahe. Silahkan anda klik link >>> bibit jahe jahemedia >>>

Sunday, February 1, 2015

Tanaman Jahe

Sebelum memasuki dalam tahapan manajerial dan teknis budidaya jahe, tentunya sangat diperlukan ulasan sebagai basic knowledge terkait dengan tanaman jahe. Penyajian dalam kontent ini lebih difokuskan kepada morfologi tanaman jahe dan kandungan dalam tanaman jahe tersebut. Diharapkan dengan memahami morfologi dan kandungan tanaman jahe ini, maka calon pembudidaya bisa dijadikan dasar acuan dalam memasuki tahapan perencanaan budidaya jahe, sehingga hasil panen akan bisa match dengan target budidaya jahe yang akan dilaksanakan.

Secara morfologi tanaman jahe mempunyai bagian-bagian tanaman yang dapat dilihat dalam bagan berikut

Untuk lebih memahami karakteristik bagian dari tanaman jahe tersebut, Jahemedia akan membahas secara singkat dan sederhana sebagai berikut :
  1. Akar jahe, perakaran tanaman jahe masuk dalam jenis akar serabut, sedangkan akar tunggal jahe akan tumbuh menjadi rimpang jahe.
  2. Rimpang jahe, jahemedia akan membahas dalam kontent tersendiri masalah jahe rimpang ini, dikarenakan nilai ekonomis dari tanaman ini adalah pada rimpang jahe
  3. Batang jahe, batang tanaman jahe merupakan batang semu yang terbentuk dari helaian pelepah daun yang saling membungkus
  4. Daun jahe, daun tanaman jahe terbentuk dari lanjutan batang semu yang tersusun berselang dan langsung menempel pada batang tanaman jahe
  5. Bunga jahe, tidak semua tanaman jahe berbunga, dikarenakan kebanyakan tanaman jahe dikembangkan dengan metode vegetatif

Selanjutnya, secara umum varietas jahe dapat dibedakan secara morfologi, untuk mempermudah dalam membedakan macam dan jenis jahe, silahkan anda lihat perbedaan jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit dalam bagan berikut

 
Uraian sederhana diatas dimaksudkan untuk memberikan pengantar untuk masuk ke inti basic knowledge yaitu pembahasan terkait dengan jahe rimpang. Konsentrasi pembahasan tentang rimpang jahe sengaja menjadi sub bagian pembahasan tersendiri dikarenakan fokus hasil budidaya jahe adalah terkait dengan produktifitas dan kandungan dalam rimpang jahe. Untuk bahasan tentang rimpang jahe ini, silahkan anda klik di link >>> bibit jahe jahemedia >>>

Saturday, January 31, 2015

Jahe Rimpang

Jahe rimpang adalah bagian dari tanaman jahe yang berupa umbi yang disebut rimpang yang tumbuh dan berkembang didalam tanah. Rimpang jahe inilah yang menjadi obyek hasil panen dan mempunyai manfaat secara ekonomis dari tanaman jahe. Pemanfaatan rimpang jahe ini terkait dengan unsur yang terkandung didalam rimpang jahe.

Kandungan dalam rimpang jahe ditentukan oleh varietas, nutrisi dan lama penanaman. Tidak semua rimpang jahe dipanen di usia tua, panen rimpang jahe dilakukan berdasarkan target peruntukan yang telah ditetapkan didalam perencanaan budidaya. Misalnya kita mempunyai perencanaan untuk membuat acar jahe, maka berdasarkan perencanaan tersebut, maka pilihan ideal rimpang jahe yang dijadikan target panen budidaya adalah jahe rimpang varietas jahe gajah yang dipanen pada usia muda.

Dalam literatur ini, Jahemedia mencoba untuk melakukan pengelompokan rimpang jahe seperti dapat dilihat dalam bagan berikut

Dari pengelompokan ini, diharapkan calon pembudidaya sudah mempunyai panduan dalam melakukan pemetaan perencanaan budidaya jahe yang disesuaikan dengan target peruntukannya. Hal ini penting karena dengan perencanaan budidaya jahe yang tepat, maka hasil yang akan didapatkan pastinya akan lebih optimal dan sesuai target.

Untuk memudahkan dalam aplikasi perencanaan budidaya jahe ini, Jahemedia memberikan contoh untuk perencanaan budidaya yang matching dengan target output produksi. Mari kita perhatikan contoh aplikasinya dalam project berikut :

  • Dalam produksi minyak atsiri jahe maka yang menjadi konsentrasi output produksinya adalah kandungan aroma. Dan berdasarkan ROA (Result Of Analisys) laboratorium terhadap rimpang jahe, maka kandungan oleoresin (identik dengan aroma) yang paling tinggi terdapat dalam varietas jahe merah jenis kecil dengan usia panen tua (11 bulan setelah tanam). Berdasarkan informasi ini, untuk mendapatkan ouptput panen yang optimal dan sesuai dengan target peruntukannya, maka calon pembudidaya harus melakukan budidaya penanaman jahe dengan menggunakan varietas jahe merah dengan jenis kecil dan dengan masa panen 11 BST (Bulan Setelah Tanam)

Dari gambaran diatas, maka sudah semestinya industri yang membutuhkan pasokan rutin untuk kebutuhan produksinya, harus melakukan pengukuran dan menetapkan kriteria rimpang jahe secara lebih spesifik. Ini menjadi hal krusial karena terkait dengan optimalisasi output produksi. Terkait dengan hal ini, Jahemedia telah dipercaya oleh beberapa buyer industri untuk ikut dalam proses manajerial dan teknis supplaychain material melalui skema yang sistematis.

Jahemedia menyediakan spesifikasi bibit jahe berkualitas siap tanam yang banyak dibutuhkan oleh industri, bagi calon pembudidaya yang ingin mendapatkannya silahkan anda lihat spesifikasi teknis melalui link >>> bibit jahe jahemedia >>>


Dari basic knowledge yang sudah dipaparkan secara sederhana diatas, diharapkan calon pembudidaya sudah mendapatkan gambaran yang dapat dipergunakan sebagai dasar untuk bahan perencanaan budidaya jahe. Untuk selanjutnya akan dibahas tentang budidaya jahe mulai dari perencanaan sampai dengan penjualan hasil panen jahe, yang akan diulas secara berurutan sehingga memudahkan dalam memahami tahapan budidaya jahe. 

Akan lebih baik jika anda membaca paparan jahepedia secara berurutan, dikarenakan materi dalam jahepedia telah disusun secara urut oleh team Jahemedia. Silahkan ikuti literatur selanjutnya tentang budidaya jahe dengan klik >>> bibit jahe jahemedia >>>

Friday, January 30, 2015

Budidaya Jahe


Dalam pokok bahasan budidaya jahe, melalui konten ini Jahemedia akan memulai dengan memberikan pengantar sederhana tentang budidaya secara umum. Untuk lebih memudahkan dalam memahami hal tentang budidaya umum, berikut ini team Jahemedia sengaja menyajikan dalam bentuk bagan sebagai berikut

Jadi dalam membahas budidaya tanaman tidak hanya "mengkerdilkan" pemikiran kita hanya sebatas tanam saja atau pembelian bibit saja atau penyediaan pupuk saja atau masalah market pasca panen saja. Budidaya mempunyai perspective menyeluruh terkait dengan segala hal mulai awal budidaya sampai dengan pasca panen.

Seperti yang dapat kita lihat melalui internet, penyajian literatur terkait budidaya jahe mayoritas hanya disajikan dengan dasar paradigma yang sempit. Artinya bahwa literatur-literatur tersebut disusun oleh pihak yang tidak mempunyai kompetensi dalam hal budidaya jahe dan hanya sedikit literatur yang disajikan oleh pihak yang mempunyai kapabilitas dalam budidaya.

Berdasarkan hal tersebut diatas, Jahemedia mengajak semua pihak untuk menyikapi fenomena itu agar calon pembudidaya tidak menjadikan informasi yang menyesatkan dari pihak-pihak yang tidak capable tersebut sebagai referensi dalam budidaya jahe yang akan dilakukan.

Kembali terkait dengan budidaya jahe, melalui kontent ini Jahemedia hanya akan menyampaikan sebatas perspektif budidaya jahe saja dikarenakan tujuan dari penyajian konten dalam situs Jahemedia bersifat sederhana tetapi tetap bisa dijadikan referensi awal yang valid dan reliable terkait dengan budidaya jahe. Untuk calon pembudidaya yang telah mempunyai minat budidaya jahe dan ingin mendapatkan ulasan lebih lanjut dan lengkap, maka anda bisa dapatkan dengan klik di link >>> bibit jahe jahemedia >>>. 

Perspektif budidaya jahe
Substansi dalam perspektif budidaya jahe meliputi :
  1. Perspektif target budidaya yaitu pemetaan tujuan dari budidaya jahe, misalnya kita mempunyai opsi tujuan budidaya jahe untuk bisnis komersial. Tentunya dengan tujuan ini kita harus melakukan pemetaan target market untuk hasil panen budidaya jahe.Hal ini akan berbeda ketika kita mempunyai tujuan budidaya untuk penelitian atau uji coba sample budidaya.
  2. Perspektif tinjauan referensi budidaya yaitu pengumpulan dan filter informasi terkait dengan referensi valid dan reliable seluruh aspek budidaya yang berhubungan dengan target budidaya. Inilah yang menjadi faktor penting agar resiko budidaya lebih terkalkulasi. Sekali lagi kita harus berhati-hati dalam menentukan referensi budidaya dikarenakan banyak informasi yang ada di internet yang harus kita filter dikarenakan cenderung menyajikan informasi menyesatkan dan dilansir oleh pihak-pihak yang sebenarnya tidak mempunyai kapabilitas dalam hal budidaya jahe.
  3. Perspektif gambaran pelaksanaan budidaya yaitu melakukan proyeksi kesiapan internal calon pembudidaya terhadap pelaksanaan budidaya jahe yang didasarkan pada referensi valid dan reliabel yang telah berhasil didapatkan. Hal ini terkait dengan gambaran kecukupan lahan, kesiapan & penguasaan manpower pelaksana, kesiapan modal budidaya, penyikapan 12 faktor penentu budidaya terhadap kondisi riil dan gambaran manajemen panen hasil budidaya jahe.

Konten selanjutnya, Jahemedia akan menyajikan cara memulai dan langkah-langkah budidaya jahe, yang pembahasannya dapat anda ikuti dengan klik link >>> bibit jahe jahemedia >>>

Untuk ulasan lebih detail yang lebih lengkap terkait dengan budidaya dibidang agrobisnis, bagi calon pembudidaya yang berminat dan ingin lebih serius atau ingin memulai usaha dibidang agrobisnis, saat ini anda bisa mendapatkan produk-produk Jahemedia yang telah dipersiapkan sebagai referensi teknis dan manajerial yang valid serta reliable berupa :
  1. e-book panduan budidaya jahe untuk skala budidaya kecil
  2. e-book panduan budidaya jahe lengkap untuk skala budidaya bisnis komersial
  3. pelatihan lapang pembuatan pupuk lengkap untuk kepentingan komersial dan budidaya tanaman
  4. pelatihan online pembuatan pupuk dengan teknologi dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sebagai lembaga formal yang mempunyai kompetensi dan kapabilitas yang sudah terpercaya secara global
  5. dalam waktu dekat, team Jahemedia akan membuka program wirausaha yang secara langsung memberikan kepada anda sebuah unit usaha potensial dan sustainable. Program ini langsung bekerjasama dengan dua badan usaha sebagai praktisi bisnis dan telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga formal pemerintah
Untuk keterangan lebih lanjut anda bisa melakukan download prospectus produk-produk tersebut dengan melakukan klik pada download button dibawah ini.

Thursday, January 29, 2015

Persiapan dan Cara Memulai Budidaya Jahe

Perspektif budidaya jahe yang sudah disampaikan pada bahasan sebelumnya, merupakan bagian dari persiapan budidaya jahe. Secara prinsip persiapan dan cara memulai budidaya jahe adalah aktifitas yang mengacu pada persepectif budidaya seperti yang diulas pada bahasan sebelumnya yang meliputi :
  1. Acuan target budidaya
  2. Acuan referensi budidaya
  3. Acuan kesesuian sumberdaya internal yang dimiliki oleh calon pembudidaya dengan target budidaya

Acuan dalam perspektif budidaya jahe tersebut diatas, merupakan hal yang menentukan dalam proses pengambilan keputusan dalam tahapan teknis budidaya yang akan kita bahas dalam konten selanjutnya. Dari ketiga acuan tersebut, acuan referensi budidaya menjadi inti dan prioritas dalam perspektif budidaya, khususnya bagi calon pembudidaya yang belum mempunyai pengalaman dalam hal budidaya jahe. 

Bagi yang sudah mempunyai pemahaman dan pengalaman budidaya jahe, konsentrasi terhadap target budidaya dan penyikapan kesesuian sumberdaya internal yang dimiliki oleh calon pembudidaya dengan target budidaya, menjadi aktifitas yang juga memerlukan guidance referensi sebagai bahan masukan untuk menjalankan langkah-langkah budidaya. Perhatikan gambar berikut

Melihat gambar tersebut, baik pembudidaya yang sudah pernah budidaya jahe maupun pembudidaya baru sama-sama membutuhkan referensi dalam memulai budidaya jahe.

Jadi langkah persiapan dan cara memulai budidaya jahe adalah pihak pembudidaya harus memulai dengan mencari, menemukan dan menentukan referensi yang valid dan reliabel sebagai sumber untuk informasi manajerial dan teknis budidaya jahe.

Berikut ini adalah gambaran studi kasus dalam budidaya jahe yang bisa meyakinkan anda bahwa referensi memegang peranan kunci dalam memulai budidaya jahe. Jahemedia sengaja menggunakan contoh kasus nyata yang benar-benar terjadi, agar memudahkan para pembaca dalam situs ini lebih mudah memahaminya.
  • Studi Kasus : Buyer membutuhkan suplai jahe gajah muda secara rutin untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Sebuah perusahaan agro yang mempunyai farm di daerah cianjur, berbekal pengalaman dalam hal budidaya sayuran dan manajemen supply chain komoditas agro, melakukan perikatan kontrak dengan buyer untuk suplai secara rutin jahe gajah muda.
    Setelah terjadi ikat kontrak, maka masuk pada tahapan pelaksanaan. Pada pelaksanaan schedule supply pertama, pembudidaya mengalami kendala dalam hal kuantitas supply tidak mencukupi dan perhitungan hasil penjualan dibandingkan dengan biaya budidaya mengalami minus (rugi).
    Pada waktu itu team Jahemedia diundang oleh tenaga ahli teknis pelaksana dari perusahaan agro tersebut untuk ikut mencarikan solusi atas pelaksanaan budidaya tersebut.

Berdasarkan studi kasus diatas, Jahemedia mencoba untuk menuangkan pengalaman nyata yang berharga tersebut kedalam ulasan dalam konten ini agar para pihak juga dapat mengambil kesimpulan dan manfaat dari ulasan ini. Analisa perumusan masalah dari studi kasus diatas adalah sebagai berikut :
  1. Target dan spesifikasi material jahe yang diminta adalah permintaan khusus yaitu jahe muda(jahe umumnya dipanen di usia tua dengan tujuan mencapai bobot dan kandungan optimum)
  2. Pelaksana budidaya sudah mempunyai pengalaman walaupun tidak dalam kapasitas penanaman varietas yang sama
  3. Terjadi permasalahan di kuantitas panen tidak dapat memenuhi kuantitas supply
  4. Hasil penjualan lebih kecil dibandingkan dengan biaya produksi

Dari perumusan masalah tersebut diatas, team Jahemedia berhasil memberikan statement dan rekomendasi bagi perusahaan agro tersebut, diantaranya akan sedikit disebutkan dibawah ini :
  1. Permintaan spesifikasi khusus (jahe muda), maka secara otomatis bobot dan kandungan hasil panen tidak sedang berada dalam kondisi optimal. Artinya bobot yang realistis dicapai adalah kurang dari bobot potensi
  2. Permintaan spesifikasi khusus (jahe muda), maka idealnya untuk strategi budidaya juga harus menggunakan teknis tanam khusus. Artinya kalau dilakukan penanaman dengan teknik yang umum maka biaya produksinya jelas berpotensi lebih besar dari pada hasil penjualan dikarenakan bobot panen tidak dalam syarat dan kondisi optimal
  3. Buffer resiko terkait kekurangan kuantitas, sangat sulit untuk dicarikan tambahan kuantitas dari pasar umum dikarenakan kebanyakan di pasar umum hanya menyediakan material rimpang jahe yang usianya diatas usia jahe muda. Selain itu juga tidak memungkinkan mengambil dari petani dengan alasan bahwa petani sudah terbiasa panen jahe diatas usia rimpang jahe muda
Dari banyak pengalaman yang telah didapatkan oleh Jahemedia, maka sekali lagi untuk pihak-pihak yang mempunyai keinginan kuat dan serius untuk melakukan budidaya, berhati-hatilah dalam memilih referensi. Pilih referensi yang benar-benar mempunyai kapabilitas dan kapasitas. Sekali lagi banyak di internet informasi yang harus kita saring dan banyak informasi yang dilansir oleh orang-orang yang tidak mempunyai kapabilitas dan kompetensi dalam hal budidaya jahe.

Selanjutnya ikuti bahasan langkah-langkah budidaya jahe, silahkan klik link >>> bibit jahe jahemedia >>>